Aji Mawar Soroti Pembangunan di Kaltim, Minim Listrik dan Infrastruktur

Anggota DPD RI Aji Mirni Mawarni soroti pembangunan di Kaltim. (Istimewa)
Anggota DPD RI Aji Mirni Mawarni soroti pembangunan di Kaltim. (Istimewa)

Nalarnews.id, Samarinda – Terkait pembangunan di Kaltim, Hingga kini pemerintah disebut belum dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kaltim secara maksimal.

Persoalan pembangunan di Kaltim membuat Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Aji Mirni Mawarni prihatin. Sebab, provinsi yang kaya akan sumber daya alam (SDA) berupa minyak dan batu bara ini, hingga kini masih banyak daerah yang minim penerangan listrik.

Persoalan itu pun disampaikan Senator Aji Mawar dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Penyusunan RUU tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 30 Tahun 2007 tentang Energi bersama Senin Komite II DPD RI.

Ia menyampaikan, sebagai wakil daerah Kaltim, selama ini dirinya hanya mencoba mengingatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan pemerataan pembangunan. Terutama, bagi masyarakat Kaltim yang SDA nya terus dikeruk.

Sebab lanjutnya, hingga kini pemerintah belum dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kaltim secara maksimal. Dari data yang dihimpun, terdapat 6 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim tidak teraliri listrik dari PLN.

Sebagian dari desa tersebut hanya bertahan dengan PLTS atau pembangkit listrik tenaga surya sebab belum ada aliran listrik dari pemerintah. Kalaupun ada, listrik yang diberikan pun tidak maksimal, hanya belaku di malam hari.

Jika tidak memiliki PLTS, mau tidak mau masyarakat hanya bertahan dengan aliran listrik dari genset yang bahan bakarnya dibeli secara pribadi. Bahkan, masih terdapat desa yang belum teraliri listrik selama 24 jam.

“Tidak hanya itu, perhatian pemerintah pusat atas akses jalan nasional di provinsi pun masih kurang. Terbukti, dari masih adanya pembangunan jalan nasional yang tidak dilakukan dengan maksimal. Jalan rusak dan lubang dimana-mana,” ujarnya.

Persoalan ini pun kerap dikeluhkan masyarakat. Sementara itu, pemerintah daerah tidak dapat turun tangan sebab bukan merupakan jalan yang menjadi tanggung jawabnya.

“Seharusnya infrastruktur daerah-daerah yang kaya SDA harus diperhatikan lebih karena sudah merelakan SDA-nya terus dikeruk dengan harapan dapat memperoleh pemerataan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kaltim,” tegasnya. (r1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 koi288 koi288 koi288 koi288 koibet4d koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d sultan567 testi138 wak5000 sultan567 kode4d wak5000 sultan567 testi138 kode4d sultan567 kilat69 testi138 sultan567 wak5000 kilat69 sultan567 testi138 sawit188 sultan567 sultan567 sultan567 kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 koi288 sawit188 sawit188 kilat69 sawit188 kode4d kode4d kode4d sultan567 sawit188 kilat69 koibet4d kode4d koibet4d kilat69 koibet4d kode4d sawit188 koi288 koi288 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 kode4d testi138 wak5000 kode4d testi138 kode4d kode4d kode4d kilat69 kode4d kode4d kode4d kilat69 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d testi138 kode4d kode4d testi138 testi138 wak5000 kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d wak5000 kode4d wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d
kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d