Tahun Ini, Pemprov Kaltim Setop Pengadaan Mobil Dinas, Anggaran Dialihkan ke Program Prioritas

Tahun Ini, Pemprov Kaltim Setop Pengadaan Mobil Dinas
Ilustrasi mobil dinas. (Istimewa)

Nalarnews.id, SamarindaPemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memutuskan untuk menghentikan seluruh pengadaan kendaraan dinas bagi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada 2025. Kebijakan ini diambil dalam rangka mengoptimalkan efisiensi anggaran dan mengarahkan pembiayaan ke program-program yang dinilai lebih strategis, bagi pembangunan daerah.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Ahmad Muzakkir mengungkapkan, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menekan belanja yang dianggap kurang mendesak.

“Untuk tahun depan, tidak ada lagi pengadaan kendaraan dinas untuk seluruh SKPD. Ini merupakan instruksi langsung dari Bapak Gubernur,” tuturnya.

Muzakkir menjelaskan, pengalihan anggaran tersebut akan difokuskan pada pembiayaan program-program prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Ia menekankan, langkah ini sejalan dengan kebijakan efisiensi dan pergeseran anggaran yang sudah mulai dilaksanakan.

“Anggaran yang tadinya dialokasikan untuk kendaraan, baik operasional maupun jabatan, kini dialihkan untuk kegiatan lain yang lebih mendesak. Angka efisiensinya cukup besar, meskipun detailnya masih kami himpun,” terangnya.

Menurutnya, sejak awal tahun, pihaknya sudah tidak lagi memproses usulan pengadaan kendaraan dinas baru. Namun demikian, ada pengecualian untuk jenis kendaraan yang bersifat sangat mendesak dan vital, seperti ambulans atau kendaraan untuk keperluan tanggap darurat, yang tetap memerlukan persetujuan pimpinan daerah.

“Jika ada permintaan untuk kendaraan khusus seperti ambulans, itu masih bisa dipertimbangkan, asalkan melalui izin dari pimpinan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Muzakkir menjelaskan, selama ini pengadaan kendaraan dinas mengacu pada standar satuan harga (SSH), yang disesuaikan dengan fungsi dan jenis kendaraan. Umumnya, SKPD menggunakan dua tipe kendaraan, yakni kendaraan operasional dan kendaraan jabatan.

“Biaya pengadaan tergantung tipe. Misalnya, kendaraan double cabin tentu harganya lebih tinggi dibandingkan kendaraan standar,” pungkasnya. (Adv/diskominfokaltim/mz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 koi288 koi288 koi288 koi288 koibet4d koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d sultan567 testi138 wak5000 sultan567 kode4d wak5000 sultan567 testi138 kode4d sultan567 kilat69 testi138 sultan567 wak5000 kilat69 sultan567 testi138 sawit188 sultan567 sultan567 sultan567 kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 koi288 sawit188 sawit188 kilat69 sawit188 kode4d kode4d kode4d sultan567 sawit188 kilat69 koibet4d kode4d koibet4d kilat69 koibet4d kode4d sawit188 koi288 koi288 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 kode4d testi138 wak5000 kode4d testi138 kode4d kode4d kode4d kilat69 kode4d kode4d kode4d kilat69 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d testi138 kode4d kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 wak5000 kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d wak5000 kode4d wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 kode4d wak5000 kode4d sultan567 testi138 kode4d sultan567 sultan567 kode4d kode4d testi138 kode4d testi138 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d sawit188 sawit188 sawit188 kode4d koi288 koi288 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d
kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d