Pentingnya Sistem Ketahanan Bencana Berbasis Kewilayahan

Koordinator Bidang Penanganan Bencana Direktorat Tata Ruang, Pertanahan, dan Penanggulangan Bencana, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Diah Lenggogeni. (Ist)
Koordinator Bidang Penanganan Bencana Direktorat Tata Ruang, Pertanahan, dan Penanggulangan Bencana, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Diah Lenggogeni. (Ist)

Nalarnews.id, Balikpapan – Koordinator Bidang Penanganan Bencana Direktorat Tata Ruang, Pertanahan, dan Penanggulangan Bencana, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Diah Lenggogeni menilai, Indonesia perlu membangun sistem ketahanan bencana berbasis kewilayahan.

Hal itu menurutnya diperlukan, untuk membangun keterlibatan masyarakat dari level terbawah dalam penanggulangan kebencanaan. Sehingga masyarakat tidak hanya menjadi objek tetapi juga subjek dalam penanggulangan kebencanaan. Baik pada bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial.

Dalam satu dekade terakhir, bencana yang terjadi di Indonesia juga bisa dispesifikasikan berdasarkan karakter tertentu suatu wilayah. Modal itu, bisa menjadi dasar pencegahan kebencanaan di setiap wilayah.

“Kita bisa melihat potensi kejadian bencana di beberapa wilayah. Mulai dari Sumatera, Jawa – Bali, Kalimantan, Sulawesi,dan Papua. Dari situ kita bisa memetakan potensi bencana dan apa mitigasinya,” kata Diah Lenggogeni, Rabu (12/10/2022).

Hal itu ia sampaikan, dalam sesi diskusi Seminar Nasional Penguatan Sistem Penanggulangan Bencana untuk Ketangguhan Masyarakat pada Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2022 di Hotel Gran Senyiur Balikpapan.

Dengan membangun sistem ketahanan bencana berbasis kewilayahan ini, menurut Diah bisa menjadi upaya antisipasi dalam konteks pengurangan risiko bencana.

“Kita bisa melihat sejarah kebencanaan di Indonesia, ada kejadian berulang. Misalnya banjir, tsunami, dan sebagainya. Kita bisa mulai menetapkan langkah-langkah antisipasi, meski tidak bisa mencegah secara utuh, minimal kita bisa mengurangi besarnya risiko bencana,” terangnya.

Termasuk perlunya membangun literasi kebencanaan dan ketangguhan masyarakat di daerah rawan bencana. Misalnya daerah pesisir pantai, lereng gunung, dan daerah rawan lainnya.

Diah juga menilai, perlunya intervensi lebih kuat lagi dalam hal mitigasi dan kesiapsiagaan. Bahkan jika perlu, melibatkan lembaga masyarakat non pemerintah. Sehingga mitigasi kebencanaan bisa lebih masif dan holistik.

“Ada potensi besar keterlibatan masyarakat yang lebih masif jika melibatkan lembaga non pemerintahan. Mereka juga bisa lebih responsif dalam mobilisasi relawan,” ungkapnya.

Peringatan Bulan PRB Tahun 2022 di Provinsi Kaltim, dihadiri oleh seluruh pegiat dan aktivis kebencanaan se Indonesia. Mulai dari BNPB pusat, BPBD kabupaten/kota, akademisi, dan relawan kebencanaan. Kegiatan PRB di Kaltim dipusatkan di Balikpapan dan berlangsung sejak Rabu hingga Jumat, 12-14 Oktober 2022. (Adv/Aji/diskominfokaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 sultan567 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 sawit188 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 koi288 koi288 koi288 koi288 koibet4d koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 koi288 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kilat69 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d sultan567 testi138 wak5000 sultan567 kode4d wak5000 sultan567 testi138 kode4d sultan567 kilat69 testi138 sultan567 wak5000 kilat69 sultan567 testi138 sawit188 sultan567 sultan567 sultan567 kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 testi138 koi288 sawit188 sawit188 kilat69 sawit188 kode4d kode4d kode4d sultan567 sawit188 kilat69 koibet4d kode4d koibet4d kilat69 koibet4d kode4d sawit188 koi288 koi288 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 kode4d testi138 wak5000 kode4d testi138 kode4d kode4d kode4d kilat69 kode4d kode4d kode4d kilat69 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d testi138 kode4d kode4d testi138 testi138 testi138 testi138 wak5000 kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d wak5000 kode4d wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 kode4d wak5000 kode4d sultan567 testi138 kode4d sultan567 sultan567 kode4d kode4d testi138 kode4d testi138 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d sawit188 sawit188 kode4d kode4d sawit188 kode4d koi288 koi288 kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d wak5000 wak5000 wak5000 kode4d kode4d kode4d
kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d kode4d