Jaga Pola Hidup Sehat, Andi Satya: Lebih Baik Melakukan Pencegahan Daripada Pengobatan

Jaga Pola Hidup Sehat, Andi Satya: Lebih Baik Melakukan Pencegahan Daripada Pengobatan
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Andi Satya Adi Saputra saat menghadiri acara Senam Sehat RRI Fest di GOR Sempaja. (Istimewa)

Nalarnews.id, Samarinda – Pola hidup masyarakat kerap berpengaruh terhadap kesehatan. Dari konsumsi makanan siap saji, berlemak, dan lainnya. Hal ini kerap berdampak terhadap tingginya angka penyakit, seperti tekanan darah tinggi, gula, dan kolestrol.

Persoalan pola hidup tersebut mendapatkan sorotan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. Menurutnya, sangat penting mendorong kesadaran masyarakat membangun budaya hidup sehat, salah satunya dengan menjadikan olahraga sebagai kebutuhan hidup.

“Sebagai seorang dokter, saya mengajak masyarakat agar benar-benar menjaga kesehatan,” tuturnya saat hadir pada acara Senam Sehat RRI Fest 2026 di GOR Sempaja Samarinda, Minggu pagi (6/9/2026).

Melalui kesempatan itu, ketua DPD Golkar Samarinda ini juga mengimbau masyarakat, agar mengedepankan upaya pencegahan di atas pengobatan. Sebab upaya pencegahan menurutnya adalah sebaik-baiknya cara dalam membangun gaya hidup sehat. Karena jika sampai sakit dan harus menjalani proses pengobatan, selain butuh waktu yang tidak sebentar, pengobatan pun membutuhkan biaya besar.

“Jangan menunggu sakit baru berpikir jaga kesehatan. Jangan menunggu tekanan darah tinggi baru mengurangi darah. Jangan menunggu diabetes baru berhenti makan gula. Jangan menunggu kolesterol tinggi baru berhenti makan junk food. Jangan menunggu badan tidak enak baru olahraga,” paparnya.

Tidak hanya itu, dia mengatakan, setiap organ tubuh yang telah diberikan Tuhan harus dijaga sebaik mungkin. Karena setiap organ tubuh yang dimiliki manusia adalah karunia Tuhan yang harus dijaga sebaik mungkin.

“Jadikan olahraga sebagai gaya hidup. Karena mencegah lebih baik dari mengobati. Ingat! Organ tubuh belum ada supermarket yang menjualnya. Jadi jantung kita, paru-paru, otak, dipakai dari lahir sampai kita mati. Semua itu belum ada toko onderdilnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Redaksi01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *